Rapat Paripurna DPRD Tulungagung: Bupati Sampaikan APBD 2026 dan LKPJ 2025

Berita222 Dilihat

 

TULUNGAGUNG, TALIGAMA.ID,– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung menggelar serangkaian rapat paripurna strategis, di mana Bupati Gatut Sunu Wibowo menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 serta Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.

Penyampaian APBD 2026: Fokus 8 Prioritas Pembangunan

Pada rapat paripurna yang digelar Senin, 22 September 2025 di Gedung Graha Wicaksana, Bupati Gatut Sunu memaparkan postur APBD 2026 yang disusun dengan prinsip kehati-hatian dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Postur Anggaran:

– Pendapatan daerah: Rp2,89 triliun
– Belanja daerah: Rp3,03 triliun
– Defisit: Rp150 miliar, yang akan ditutupi melalui pembiayaan daerah sehingga anggaran tetap seimbang tanpa sisa lebih (Silpa).

Bupati menegaskan bahwa arah pembangunan tahun 2026 difokuskan pada 8 prioritas utama, yaitu:

1. Perluasan kesejahteraan sosial masyarakat
2. Pengembangan ekonomi sektor unggulan
3. Peningkatan infrastruktur berkualitas
4. Peningkatan akses dan kualitas pendidikan serta kesehatan
5. Penguatan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam lokal
6. Percepatan penurunan angka kemiskinan
7. Peningkatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik
8. Pelestarian lingkungan hidup, ketahanan bencana, dan budaya lokal

“Penyusunan APBD 2026 ini menjadi upaya nyata mewujudkan Tulungagung yang sejahtera, maju, dan berakhlak mulia. Kami berkomitmen menggunakan setiap rupiah secara efektif, efisien, dan akuntabel,” ujar Bupati Gatut Sunu.

Rancangan APBD tersebut kemudian disahkan oleh DPRD pada rapat paripurna Selasa, 18 November 2025, dengan penyesuaian menjadi pendapatan Rp2,992 triliun dan belanja Rp3,211 triliun, dengan defisit Rp218,7 miliar yang tetap ditutupi pembiayaan daerah.

Penyampaian LKPJ 2025: Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Jawa Timur

Sementara itu, pada rapat paripurna Jumat, 27 Maret 2026, Bupati Gatut Sunu menyampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk akuntabilitas kinerja pemerintahan.

Dalam laporannya, disampaikan sejumlah capaian membanggakan, antara lain:

– Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,75%, yang merupakan pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir melampaui rata-rata pertumbuhan Jawa Timur sebesar 5,33%.
– Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp3,043 triliun atau 105,98% dari target yang ditetapkan.
– Meraih berbagai apresiasi nasional, seperti Peringkat ke-7 Terbaik Nasional dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan Penghargaan Kabupaten Sangat Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) 2025.

Bupati juga menyampaikan bahwa meskipun banyak capaian positif, pihaknya tetap terbuka terhadap masukan dan rekomendasi dari DPRD untuk perbaikan kinerja di masa mendatang.

Sinergi Eksekutif dan Legislatif Menjadi Kunci

Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, menekankan pentingnya kerja sama yang harmonis antara eksekutif dan legislatif dalam mengawal anggaran dan kinerja pemerintahan.(Sujianto)

Tinggalkan Balasan