BLORA , TALIGAMA.ID,- Fasilitas bank sampah yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah dilaporkan mangkrak dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bangunan yang awalnya digadang-gadang sebagai inovasi pengelolaan sampah itu kini justru dibiarkan kosong tanpa aktivitas, sehingga menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat.
Pantauan di lapangan menunjukkan gedung tersebut berdiri cukup megah, namun tidak dimanfaatkan. Kondisi ini kontras dengan situasi di lingkungan warga yang masih menghadapi persoalan sampah yang menumpuk di sejumlah titik.
Sejumlah warga mengaku kecewa karena minimnya informasi mengenai program tersebut, mulai dari nilai anggaran, sumber pendanaan, hingga tujuan pembangunan fasilitas. Papan proyek yang seharusnya menjadi acuan informasi publik dinilai tidak jelas, sementara sosialisasi dari pihak terkait hampir tidak dirasakan masyarakat.
Warga juga menyoroti tidak adanya tindak lanjut setelah bangunan selesai dikerjakan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menjadi instansi pembina program disebut tidak melakukan penggerakan masyarakat maupun langkah pemberdayaan untuk memastikan fasilitas dapat berfungsi.
“Bangunannya ada, tapi dibiarkan tak bernyawa. Sementara sampah masih menumpuk di kiri kanan permukiman,” keluh seorang warga.
Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa program tersebut hanya bersifat formalitas: dibangun untuk memenuhi target proyek, namun tidak disiapkan dengan perencanaan yang matang sehingga berakhir terbengkalai.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun DLH terkait penyebab mangkraknya fasilitas bank sampah tersebut. Warga berharap ada transparansi sekaligus langkah cepat agar bangunan itu dapat dimanfaatkan sesuai tujuannya, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi pengelolaan sampah di lingkungan sekitar.
(AGS)






