Harapan Warga Desa Sui Kelik Kecamatan Naga Tayab kabupaten Ketapang Kalimantan Barat untuk Jalan Mulus dan Desa Sehat

Berita582 Dilihat

KALBAR, TALIGAMA.ID,- Suasana Balai Desa Sui Kelik pada Kamis (18/9/2025) pagi terasa berbeda. Kursi-kursi yang biasanya kosong mendadak penuh oleh warga dari berbagai dusun. Ada tokoh adat dengan pakaian khasnya, pemuda desa yang bersemangat, hingga ibu-ibu yang tak segan menyuarakan pendapatnya. Semua berkumpul dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang), forum tahunan yang menentukan arah pembangunan setahun ke depan.

Bapak Rabuansyah Kepala Desa Sui Kelik membuka musyawarah dengan menekankan pentingnya partisipasi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pembangunan desa tidak bisa hanya datang dari pemerintah, melainkan harus tumbuh dari kebutuhan dan aspirasi warga.

Usulan yang muncul pun beragam, namun sebagian besar mengarah pada tiga hal: infrastruktur jalan dan jembatan, peningkatan fasilitas kesehatan melalui poskesdes, serta dukungan bagi usaha kecil masyarakat. Kaum perempuan, misalnya, berharap adanya pelatihan dan modal untuk usaha rumahan agar bisa menambah penghasilan keluarga.

“Kalau jalan sudah bagus, hasil tani bisa lebih mudah dijual ke pasar,” ujar Pak Junaidi, seorang petani karet, ketika diberi kesempatan bicara. Pernyataannya langsung disambut anggukan warga lain yang sehari-hari juga bergantung pada akses jalan untuk mengangkut hasil kebun.

Di tengah diskusi, Sertu Agus Widodo Babinsa Desa Sui Kelik turut menyampaikan pandangannya terkait pentingnya menjaga lingkungan Desa terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sering terjadi saat musim kemarau. “Kami Babinsa dan Babinkantibmas Desa Sui Kelik sangat mendukung rencana pembangunan jalan Desa, karena akan bisa meningkatkan perekonomian Masyarakat, namun menjaga lingkungan Desa terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sering terjadi saat musim kemarau juga sangat penting kita jaga bersama,” katanya dengan tegas.

Pesan tersebut membuat suasana ruangan sejenak hening, sebelum kembali ramai dengan tanggapan peserta yang sepakat bahwa isu lingkungan harus menjadi perhatian bersama.

Setelah hampir setengah hari berdiskusi, forum akhirnya menyepakati program prioritas yang akan dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2026. Suara-suara warga yang beragam berhasil dirangkum menjadi komitmen bersama: memperbaiki jalan, memperkuat layanan kesehatan, mengembangkan usaha masyarakat, dan melindungi lingkungan desa.

Menjelang siang, satu per satu warga meninggalkan balai desa dengan raut wajah puas. Mereka percaya Musrenbang kali ini bukan sekadar acara formalitas, melainkan benar-benar wadah untuk menyuarakan harapan.

“Semoga apa yang kita usulkan hari ini bisa terwujud. Jalan mulus, poskesdes ramai, dan desa kita semakin maju,” ucap Ibu Siti, salah satu peserta Musrenbang, sambil tersenyum.

Reporter : Yoga