Pelda N Dodik H Bati Komsos Koramil 0820/08 Sukapura, Laksanakan Pengamanan di Penutupan Akses Wisata Gunung Bromo.

Jawa Timur191 Dilihat

PROBOLINGGO, TALIGAMA.COMv–Bati KOMSOS Pelda N Dodik H bersama tiga anggota Babinsa Koramil 0820/08 Sukapura, melaksanakan pengamanan dan pemantauan serta membantu linmas desa Wonokerto, dalam kegiatan melaksanakan penutupan akses wisata gunung Bromo (12/12/2023).

Penutupan akses menuju wisata gunung Bromo selama 24 jam tersebut, dalam rangka menghormati kegiatan ritual adat Megeng atau Nyepi masyarakat Suku Tengger yang beragama Hindu di sekitar lereng gunung Bromo.

Kegiatan penutupan yang berada di desa Wonokerto kecamatan Sukapura tersebut, di hadiri juga oleh Kanit Binmas dan dua anggota Polsek Sukapura, Kepala desa Wonokerto, dan beberapa anggota Linmas desa Wonokerto. Selasa 12 Desember 2023 jam 16.00 Wib.

Penutupan akses wisata gunung Bromo dilaksanakan sejak jam 16.00 Wib 12 Desember 2023, dan akan di buka kembali pada jam 16.00 Wib pada tanggal 13 Desember 2023. Bersamaan dengan selesainya para masyarakat suku Tengger yang melaksanakan puasa Nyepi atau puasa Pati geni awal.

Dalam kesempatan tersebut Bati Komsos Pelda N Dodik H menyampaikan, “dalam kegiatan ini kami selain melaksanakan kegiatan pengaman dan pemantauan, kami juga memberi himbauan kepada para wisatawan yang datang. Yang mana mereka tidak mengetahui sebelumnya, tentang penutupan akses jalan karena ada kegiatan ritual adat suku Tengger ini.” Terang Pelda N Dodik.

Desa Wonokerto adalah desa yang warga masyarakat nya 99% memeluk agama Islam tersebut, sangat menghormati dan turut serta mendukung tetangga desa nya melaksanakan ritual adat. Seperti yang disampaikan oleh Heri Dri Hartono Kepala desa Wonokerto, “penutupan akses jalan ini kami laksanakan, sebagai wujud turut menghormati dan turut menjaga ketenangan agar saudara kami yang memeluk agama Hindu bisa melakukan ritual adatnya.” Jelas Heri.

Ritual Meggeng adat suku Tengger dilaksanakan setiap setahun sekali dengan perhitungan kalender suku Tengger. Dalam melaksanakan ritual Meggeng, mereka akan berpuasa selama sebulan penuh. Adapun cara puasa mereka adalah, dihari pertama mereka akan berpuasa Pati Geni tanpa teman, di tempat yang gelap dan sunyi, tanpa makan dan minum selama 24 jam.

Dan di hari kedua sampai hari ke dua puluh sembilan, mereka akan berpuasa mutih. Puasa mutih adalah puasa yang hanya boleh mengkusumsi nasi putih dan air putih saja selama 28 hari. Di hari ke 30 mereka akan berpuasa Pati Geni kembali, seperti puasa Pati Geni di hari pertama selama 24 jam juga.
Dan untuk penutupan kembali akan di lakukan pada tanggal 09 Januari 2024. (Ndre)