Video Viral di Media Sosial, Kepala Sekolah SDN Dukuh 5 Salatiga Protes Menu MBG Diduga Tak Layak

Berita324 Dilihat

 

SALATIGA, TALIGAMA.ID -Seorang kepala sekolah dasar di Kota Salatiga menjadi sorotan publik setelah video dirinya memprotes menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial, Sabtu (28/2/2026).

Dalam video yang beredar, Kepala SDN Dukuh 5 Salatiga tampak menegur petugas distribusi karena menemukan menu berupa roti yang diduga dalam kondisi tidak layak konsumsi. Ia menilai makanan tersebut tidak memenuhi standar kualitas dan gizi sebagaimana yang diharapkan dalam program pemerintah.

Peristiwa itu terjadi saat paket MBG tiba di sekolah untuk dibagikan kepada para siswa. Sebelum didistribusikan, kepala sekolah melakukan pengecekan langsung terhadap isi paket. Dari hasil pemeriksaan, ia mengaku menemukan kejanggalan pada kondisi makanan.

Dalam rekaman video, kepala sekolah tersebut terlihat mempertanyakan standar kelayakan makanan kepada petugas Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) serta tenaga ahli gizi yang mendampingi pendistribusian. Ia menyampaikan keberatan dan menolak menu tersebut dibagikan kepada siswa sebelum ada kejelasan terkait kualitasnya.

“Ini untuk anak-anak. Harus dipastikan benar-benar layak,” ujarnya dalam video yang beredar.

Video tersebut kemudian diunggah ke media sosial dan dalam waktu singkat menuai puluhan komentar dari warganet. Sebagian besar memberikan dukungan atas sikap tegas kepala sekolah yang dinilai mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG setempat maupun pengelola program MBG di tingkat kota terkait dugaan tersebut. Pihak sekolah juga belum memberikan pernyataan lanjutan selain yang terekam dalam video.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi anak usia sekolah. Publik berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program berjalan sesuai standar mutu dan pengawasan yang ketat.

Dinas Pendidikan setempat dan instansi terkait diharapkan segera melakukan klarifikasi dan penelusuran guna memastikan kualitas makanan yang disalurkan kepada siswa benar-benar aman dan sesuai ketentuan.

(AGS)

Tinggalkan Balasan