Video Viral Dugaan Belatung Pada Iga Bakar di Rumah Makan Semarang, Pengunjung Minta Klarifikasi

Topik Terkini208 Dilihat

SEMARANG, TALIGAMA.ID,– Sebuah video yang diunggah akun TikTok @Totem Tegar menjadi perbincangan di media sosial setelah memperlihatkan dugaan adanya belatung pada hidangan daging saat makan bersama keluarga di sebuah rumah makan iga bakar di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kota Semarang.

Dalam keterangan lokasi yang beredar, rumah makan tersebut berada di Jl. Soekarno Hatta No.71, Palebon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50246. Video itu diunggah pada Kamis 12 februari 2026 dan hingga kini telah menuai beragam tanggapan dari warganet.

Dalam unggahannya, pemilik akun menyampaikan kronologi kejadian sekaligus imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat menyantap makanan di luar rumah.

“Sedikit himbauan FYI warga Semarang, tetap hati-hati. Pas makan selalu cek dulu, nama besar tidak ada jaminan, yang kerja tetap manusia yang bisa salah kapan saja,” tulisnya dalam keterangan video.

Pada video tersebut, pengunggah mengaku menemukan belatung pada daging yang hendak disantap. Ia menyatakan telah meminta pengembalian uang serta mengembalikan sebagian besar makanan yang belum dimakan setelah mengetahui temuan tersebut.

Namun, menurut pengakuannya, pihak rumah makan hanya bersedia mengganti bagian makanan yang dianggap rusak.

“Kami hanya bisa mengembalikan yang rusak saja,” tulisnya menirukan jawaban yang disebut berasal dari pihak rumah makan.

Pengunggah juga mempertanyakan kemungkinan munculnya belatung pada daging yang telah melalui proses pembakaran.

“Logikanya jika dibakar pasti mati, berarti kan? Tapi kok ini bisa ada belatungnya,” tulisnya.

Ia mengaku memilih meninggalkan lokasi tanpa membuat keributan di tempat kejadian.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pengelola rumah makan terkait video yang beredar. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi dari manajemen usaha yang bersangkutan.

Peristiwa ini memicu diskusi di media sosial mengenai standar kebersihan, pengolahan bahan pangan, serta pengawasan keamanan makanan di tempat usaha kuliner.

Masyarakat di himbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing spekulasi sebelum ada penjelasan resmi dari pihak terkait. Apabila menemukan dugaan pelanggaran keamanan pangan, warga dapat melaporkannya kepada instansi berwenang agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

(AGS)

Tinggalkan Balasan