Pengolahan Limbah PT PJG Menuai Sorotan Tajam Dari Warga Terutama Petani Di Kecamatan Gemuh

Berita, Topik Terkini417 Dilihat

KENDAL – Aktivitas pengelolaan limbah plastik yang dilakukan PT PJG di wilayah kecamatan gemuh Kabupaten Kendal kini menuai sorotan tajam dari warga dan para petani. Keluhan bermula dari masyarakat yang mengelola lahan pertanian di Desa Tlahab, Kecamatan Gemuh, yang mengaku mengalami gangguan kesehatan berupa gatal-gatal yang diduga kuat bersumber dari air yang mengalir keluar dari area pabrik tersebut.

Keluhan ini pertama kali disampaikan langsung oleh para petani kepada Ketua Gerakan Tani Merdeka Kabupaten Kendal. Setelah dilakukan klarifikasi lebih lanjut, Kepala Desa Tlahab menyatakan belum memiliki konfirmasi maupun pengetahuan rinci terkait kegiatan pengelolaan limbah di pabrik tersebut.

“Saat kami konfirmasi ke Kepala Desa Tlahab, beliau menyampaikan bahwa izin yang diberikan adalah oleh kepala desa terdahulu, sebelum beliau menjabat. Jadi saat ini beliau belum mengetahui menahu terkait perizinan tersebut,” ungkap Ketua Tani Merdeka.

Para petani menuturkan gejala gatal-gatal dirasakan setelah mereka bersentuhan dengan air yang mengalir ke area persawahan. “Kulit kami merasa gatal-gatal,” ujar salah satu perwakilan petani. Warga juga mengamati pola pembuangan yang terjadi secara rutin. “Kami sempat menyelidiki, setiap sore sekitar pukul 3 atau 4 sore air itu keluar dari dalam pabrik bersamaan dengan partikel-partikel maupun pecahan plastik,” tambahnya.

Kekhawatiran warga semakin diperkuat dengan adanya dokumentasi yang diambil warga pada Sabtu (11/7) pukul 16.01 WIB di lokasi Tlahab Kidul, Desa Tlahab. Foto tersebut memperlihatkan aliran air yang tampak keruh, dengan jelas terlihat butiran serta pecahan plastik berukuran kecil hingga sedang yang mengapung di permukaan air.

Keterangan Foto: Kondisi aliran air yang diduga limbah dari sekitar PT PJG Kendal, terlihat keruh dan bercampur pecahan plastik, direkam warga di Tlahab Kidul, Desa Tlahab, Kecamatan Gemuh, Sabtu (11/7) pukul 16.01 WIB.

“Bukan hanya airnya keruh, kita bisa lihat sendiri serpihan plastiknya ada di mana-mana. Ini yang kami khawatirkan akan meresap ke tanah sawah, merusak tanaman, dan membahayakan kesehatan kami dalam jangka panjang, namun kami bingung mau melapor ke mana,” keluh beberapa petani lainnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, para petani meminta kepada instansi berwenang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal, untuk segera turun meninjau lokasi serta melakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan apakah gangguan kesehatan yang dialami benar-benar bersumber dari limbah yang dikeluarkan pabrik tersebut.

Untuk mendapatkan kejelasan dan keseimbangan informasi, awak media berencana menemui pihak pengelola PT PJG Kendal guna meminta tanggapan resmi terkait dugaan pencemaran ini, serta menanyakan kelengkapan perizinan dan prosedur pengelolaan limbah yang diterapkan di perusahaan tersebut.(Juma’at)

Tinggalkan Balasan