KENDAL, TALIGAMA.ID,- Struktur tebing penahan tanah atau senderan yang baru selesai dibangun justru mengalami kerusakan parah dan terlihat jelas adanya pergeseran posisi bangunan, padahal usianya belum genap satu minggu. Kondisi ini terlihat dari retakan, pergeseran struktur beton, serta tanah di belakangnya yang sudah longsor. Menanggapi hal ini, Dinas PUPR Kabupaten Kendal bergerak cepat dengan mendatangkan material bambu dan batu kali ke lokasi sebagai bukti nyata respon positif untuk perbaikan.
Pihak yang menangani adalah tim teknis dan petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kendal. Warga di sekitar Dukuh Karanggantung menjadi pihak yang terdampak dan menyaksikan langsung kerusakan serta pergeseran bangunan tersebut.
Kejadian ini berlokasi tepat di Dukuh Karanggantung, Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Kerusakan dan pergeseran struktur diketahui terjadi kurang dari tujuh hari setelah pekerjaan pembangunan dinyatakan selesai. Segera setelah adanya laporan dan pengecekan visual yang memperlihatkan bukti pergeseran tersebut, material perbaikan langsung didatangkan ke lokasi.
Pergeseran dan kerusakan yang terjadi sangat cepat diduga kuat akibat kelemahan pada konstruksi awal, baik dari segi kualitas bahan, cara pengerjaan, maupun perhitungan teknis yang kurang tepat sehingga bangunan tidak mampu menahan tekanan tanah di belakangnya. Langkah cepat mendatangkan batu kali dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah, agar kerusakan tidak meluas dan struktur bisa diperkuat kembali dengan bahan yang lebih kokoh dan tepat guna.
Dari hasil pengamatan di lokasi, terlihat jelas bukti pergeseran pada struktur senderan: dinding penahan tanah bergeser dari posisi semula, ada celah dan retakan pada sambungan beton, serta tanah urug di belakangnya sudah turun dan longsor. Setelah mengetahui kondisi memprihatinkan ini, tim PUPR langsung turun tangan. Tanpa menunggu lama, sejumlah truk mengangkut batu kali dalam jumlah cukup tiba di lokasi Dukuh Karanggantung. Material ini disiapkan untuk membongkar bagian yang rusak dan menggantinya dengan konstruksi baru yang lebih kokoh dan padat. Warga menyambut baik langkah ini, meski berharap perbaikan kali ini diawasi lebih ketat agar tidak terjadi kegagalan konstruksi kembali di masa mendatang.(Juma’at)






