Truk Molen Terperosok ke Sawah, Kualitas Proyek Jalan Desa Rejosari Dipertanyakan

Topik Terkini136 Dilihat

 

PASURUAN, TALIGAMA.ID, – Insiden terperosoknya sebuah truk molen ke sawah milik warga di lokasi proyek pengecoran jalan Desa Rejosari, Kecamatan Kraton, Jumat (19/6/2026), memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas pekerjaan proyek serta lemahnya pengawasan dari pihak terkait.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.23 WIB di RT 01/RW 05, Dusun Payaman, Desa Rejosari itu diduga kuat disebabkan oleh kondisi badan jalan yang belum memiliki daya dukung memadai untuk dilalui kendaraan berat. Akibatnya, struktur jalan amblas dan menyebabkan armada pengangkut beton terguling ke area persawahan warga.
Berdasarkan pengamatan di lapangan dan keterangan sejumlah warga, lapisan tanah dasar diduga belum dipadatkan secara maksimal. Selain itu, pekerjaan pengurukan disebut-sebut tidak memenuhi standar yang seharusnya diterapkan pada proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran negara.
“Kalau pemadatan dilakukan sesuai prosedur, seharusnya jalan tidak mudah ambles saat dilalui kendaraan proyek sendiri. Ini menunjukkan ada yang perlu dievaluasi secara serius,” ujar salah seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.

Ironisnya, kendaraan yang terperosok bukanlah kendaraan umum, melainkan armada yang digunakan dalam pelaksanaan proyek itu sendiri. Kondisi tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa kualitas pekerjaan konstruksi belum siap menanggung beban operasional yang menjadi bagian dari proses pembangunan.
Warga menilai insiden ini seharusnya menjadi alarm keras bagi kontraktor pelaksana agar tidak mengabaikan kualitas pekerjaan demi mengejar target penyelesaian proyek. Mereka juga mempertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan dari dinas teknis yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

“Bagaimana masyarakat bisa yakin jalan ini akan bertahan lama jika sebelum selesai saja sudah tidak mampu menahan beban kendaraan proyek? Jangan sampai pembangunan hanya mengejar serapan anggaran tanpa memperhatikan mutu pekerjaan,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.

Masyarakat mendesak agar dilakukan audit teknis terhadap seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari proses pengurukan, pemadatan tanah dasar, hingga pengecoran. Evaluasi menyeluruh dinilai penting untuk memastikan tidak ada pekerjaan yang dilakukan asal jadi dan berpotensi merugikan masyarakat di kemudian hari.

Selain kontraktor pelaksana, sorotan juga mengarah kepada instansi terkait yang memiliki kewajiban melakukan pengawasan lapangan. Pasalnya, jika dugaan lemahnya kualitas pekerjaan terbukti benar, maka persoalan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pelaksana proyek, tetapi juga pihak yang melakukan pengendalian dan pengawasan teknis.

Selain persoalan pemadatan tanah yang dipertanyakan, warga juga menyoroti metode pengecoran yang digunakan dalam proyek tersebut. Berdasarkan pengamatan di lapangan, konstruksi jalan yang sedang dikerjakan diduga tidak menggunakan tulangan besi sebagai penguat struktur beton. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait kekuatan dan umur teknis jalan, terutama karena akses tersebut nantinya akan dilalui kendaraan dengan beban berat.

“Setahu kami pengecoran ini tidak menggunakan tulang besi penguat. Kalau memang benar demikian, tentu perlu dijelaskan apakah spesifikasinya memang seperti itu atau ada pengurangan material. Masyarakat berhak mengetahui karena proyek ini menggunakan anggaran negara,” ujar salah seorang warga.

Pengamat konstruksi yang ditemui di lokasi menyebutkan bahwa penggunaan tulangan besi dalam pekerjaan beton bergantung pada desain dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Namun apabila jalan tersebut direncanakan untuk menopang beban kendaraan berat, seluruh tahapan konstruksi, mulai dari kualitas material, ketebalan cor, hingga kekuatan lapisan dasar harus memenuhi standar yang dipersyaratkan agar tidak menimbulkan kerusakan dini.
Temuan dugaan tidak adanya tulangan besi tersebut semakin menambah sorotan terhadap kualitas pelaksanaan proyek. Warga mendesak agar dinas teknis segera melakukan tindakan… Bersambung……..(Red)

Tinggalkan Balasan